eQSO
eQSO diperkenalkan pada tahun 1999 oleh Adrian, G7WFM, yang berhasil peralatan hamradio dua meternya ke internet. eQSO adalah sebuah layanan yang mirip dengan VoIP, tetapi dikembangkan untuk radio amatir. Teknologi ini memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan radio amatir, internet, ataupun campuran keduanya.
Di Indonesia, tanggal 29 Oktober 2002, ujicoba eQSO dilakukan. Hasilnya luar biasa. Komunikasi berjalan mulus, tak terasa lawan bicara ribuan kilometer jauhnya. Beberapa kontak bahkan terjadi secara lintas negara. Memang ada delay yang cukup mengganggu karena lokasi server yang jauh di belahan dunia lain. Beberapa waktu kemudian, server pindah ke alamat server.eqso.net room Indonesia. eQSO RF Gateway disediakan oleh YB0EO dan backup tersedia di QTH YB0HD. Tanggal 2 Juni 2003, server kena petir namun masih bisa dipugar dalam beberapa hari, namun 10 Februari 2004 layanan ini benar-benar padam karena PSU server jebol kena petir dan kendala sumberdaya lainnya termasuk mahalnya link Internet yang harus disubsidi selama 1,5 tahun, proyek ini akhirnya mati suri.
Setelah mati suri dan tidak puas dengan delay yang terlalu lama, akhirnya tanggal 1 Maret 2005 rekan-rekan kembali dapat menikmati eQSO. Ini kali kita membangun infrastruktur yang lebih “Indonesiawi” dengan server yang diletakkan di QTH YB0EO dan diakses melalui IP 202.155.147.155. Tanggal 3 Maret 2005, sistem ini dapat pula diakses dari jaringan WiFi ORARI dengan SSID “WiFi ORARI” atas bantuan dari YB0HD yang diletakkan di gedung BNI46, Jakarta. Tidak hanya itu, tanggal 7 Maret 2005, YD9ANL menyediakan backup server di IP 202.152.53.26 dan 202.162.208.213. Semua entry alamat IP digilir DNS menggunakan teknik round-robin yang memungkinkan sistem diakses dengan alamat tunggal server.aeroCity.net — bila satu server mati akan digantikan oleh server berikutnya. eQSO RF Gateway yang turut berpartisipasi adalah YD1SRP, YD0NPZ, YB0HD, YC1ZAC, YC5PDT, YB3CC dan YC3RCJ. Sistem ini tidak bertahan lama, domain aeroCity.net yang sedianya adalah nama layanan packet radio besutan YB0KLI harus kalah ditelan tingginya biaya maintenance; sistem ini hanya bertahan sampai 13 Pebruari 2006. Proyek eQSO Indonesia 2007 kembali mencoba mewujudkan mimpi lama untuk menyediakan jalur komunikasi alternatif bagi Amatir Radio di Indonesia dan menyatukan repeater-repeater agar kita semua dapat berkomunikasi lebih mudah.
Kalau dibaca-baca, proyek eQSO Indonesia ternyata sangat mirip dengan VoIP Rakyat-nya Pak Ono. Dua-duanya menawarkan teknologi komunikasi alternatif yang murah.
Filed under: ARC | Leave a Comment
No Responses Yet to “eQSO”