Perubahan yang pertama terjadi mungkin ip address yang sudah beralih ke ipv6. Hal ini sudah marak sekarang, ketika jumlah computer di dunia semakin banyak dan ipv4 tidak lagi mampu menyediakan jumlah ip address yang memadai, cukup logis untuk mengatakan bahwa 10 tahun yang akan datang ipv6 sudah menjadi standar umum. Di ITB tampaknya transformasi ini sudah dilakukan. Tentang ipv6 : 

IPv6 (Internet Protocol version 6) merupakan IP generasi berikutnya atau disebut juga Internet Protocol Next Generation (IPng). IPv6 didesain untuk menggantikan IPv4 (Internet Protocol version 4) yang kita pergunakan sekarang ini. Panjang alamat IPv4 adalah 32 bit, sedangkan panjang IPv6 128 bit. Pada Ipv4, alamat yang didapatkan sejumlah 232 atau sekitar 4,294 x 109. Dengan menggunakan Ipv6, alamat yang kita dapatkan sejumlah 2128 atau sekitar 3,402 x 1038. Jika dibandingkan panjangnya, IPv4 sepanjang 1 inchi, sedangkan IPv6 sepanjang diameter galaksi kita. Walaupun demikian, IPv6 tetap dapat berkomunikasi dengan Ipv4. Apabila timbul pertanyaan mengapa harus beralih ke IPv6? Jawaban yang paling sederhana adalah karena alokasi alamat Ipv4 semakin berkurang dan bahkan sebentar lagi alamat IPv4 akan habis. Sumber: ilmukomputer.com

Selain itu, internet juga mungkin sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Internet tidak lagi hanya diakses dengan komputer, laptop, atau ponsel, tetapi juga bisa diakses oleh mesin cuci atau kulkas misalnya. Semua perabotan yang selama ini “buta internet” akan online.
VoIP akan menjadi standar komunikasi di dunia maya masa depan. Dan mungkin saja kita bisa melakukan panggilan VoIP dari jam tangan yang sudah online. Bagi yang memiliki banyak nomor telepon, semuanya bisa disatukan sehingga yang ada adalah nomor universal yang bisa diakses melalui VoIP.
Browser internet tidak akan menampilkan halaman teks yang kaku lagi. Dengan adanya WEB 2.0, sebuah situs bisa menjadi lebih fungsional dan tentunya memiliki interface yang lebih baik. Web 2.0 menekankan pada fungsionalitas web yang terfokus pada kehendak pengguna. Salah satu platform Web 2.0 adalah SilverLight dari Microsoft. Tentang Silverlight :

Silverlight provides a retained mode graphics system, similar to WPF and integrates multimedia, graphics, animations and interactivity into a single runtime. It is being designed to work in concert with XAML and is scriptable with JavaScript. XAML can be used for marking up the vector graphics and animations. Textual content created with Silverlight would be more searchable and indexable than that created with Flash as it is not compiled, but represented as text (XAML).[2] Silverlight can also be used to create Windows Sidebar gadgets for Windows Vista.[3]
Silverlight supports playback of WMV, WMA and MP3 media content[4] across all supported browsers without requiring Windows Media Player, the Windows Media Player ActiveX control or Windows Media browser plugins. Because Windows Media Video 9 is an implementation of the SMPTE VC-1 standard, Silverlight also supports VC-1 video, though still only in an ASF file format. Furthermore, the Software license agreement says VC-1 is only licensed for the "personal and non-commercial use of a consumer".[5]
Silverlight makes it possible to dynamically load XML content that can be manipulated through a DOM interface, a technique that is consistent with conventional Ajax techniques. Silverlight exposes a Downloader object which can be used to download content, like scripts, media assets or other data, as may be required by the application.[6] With version 2.0, the programming logic can be written in any .NET language, including some common dynamic programming languages like Ruby and Python.[7] Sumber: wikipedia.com

Selain itu, Web 2.0 lebih canggih dari segi visibility aspek reba bentuk. Sini pengunaan text yang lebih besar, warna yang terang/cerah dan berkilat (atau bersilau) yang sememangnya senang di mata.
Yang menjadi pertanyaan adalah kemananan. Apakah internet semakin tua semakin aman? Tanpa adanya jaminan keamanan, internet tidak akan bertambah maju di masa depan. Pengguna akan enggan untuk beralih ke versi baru jika itu hanya membuat risiko cybercrime semakin tinggi. ???????????????????????????


No Responses Yet to “www 10th yang akan datang”  

  1. No Comments Yet

Leave a Reply